Sabtu, 27 Mei 2017

Kamu Kembali.

Apakah dengan diammu, semua masalah terselesaikan?
Apakah dengan melarikan diri dari kenyataan, perasaan kita akan sama?
Apakah dengan egomu, kita akan kembali?
Apakah dengan egoku, kamu akan mengerti?

Kita ini sedang buntu.
Aku buntu digelapkan dengan emosi kala itu.
Kamu buntu digelapkan dengan emosi setelahnya.
Kita buntu digelapkan ego masing-masing.

Kamu diam.
Aku menerka.
Kamu diam.
Aku bicara.
Kamu bicara.
Aku luka.
Kamu diam.
Aku diam.

Aku diam.
Kamu diam.
Aku bicara.
Kamu luka.
Aku diam.
Kamu pergi, dalam diam.

Sabarku, pintamu. Akan terus berbunga untuk menanti.
Jika memang benar kamu kan kembali.
Dalam diam, aku berharap sendiri.
Dalam diam, kamu nikmati sendiri.

Tidak apa-apa, sayang. Ini pantas untukku.
Untukku karena kamu telah terlalu banyak menipu perasaanmu atas kebahagiaanku.
Untukku karena kamu telah terlalu banyak menutup logika realmu atas keamananku.
Untukku karena kamu telah terlalu banyak menghiraukan yang kamu punya, hanya untukku.

Tapi bukan berarti aku izinkan kamu pergi, sayang.
Kamu minta aku untuk bersabar, baiklah aku mengerti.
Aku lakukan.
Dengan harapan.
Kamu kembali.
 

Blog Template by BloggerCandy.com