Nanti pagi, aku berniat untuk tidak menghubungimu
Aku akan memberikan jarak untukmu
Untukmu bernafas, untukmu menenangkan nurani
Dan mungkin, untukmu merindu aku
Itupun jikalau akan terjadi
Jangan tanya mengapa, aku tak mengerti
Karena kamu mengapa, aku tak tahu
Apa salahku, aku tak tahu
Sebab diammu, aku tak mengerti
Apa sebabku begini, kau tak paham
Bukan maksudku berkata kau tak pahami aku
Namun kondisiku sekarang ini kau mungkin memang tak paham
Ketika satu hela nafas panjangmu bisa menjadi bahan bakar tangisku
Kau mungkin tak bisa membayangkan itu
Tidakkah ada sebuah cahaya dalam benakmu
Setiap diammu hanya akan membuatku bersedih
Lelahmu akan menjadi gusarku
Yang hanya akan mencercahkan energi negatif kepada kita
Aku dan kamu
Aku yakin, kau paham akan hal ini
Akan segala yang kau lakukan ini
Namun ingatlah, sayang
Resahmu hanya akan jadi pikiranku
Dan segala ketersesatan ini
Segala ketidaknyamanan ini
Sadarkah kau, akupun hanya akan merasakan gejolak yang sama
Ingat sayang, ini bukan antara kau dan aku
Bukan tentang egomu dan sikapmu
Ini tentang dua insan yang mencoba memahami dan saling satu
Bukan hanya kau yang merasakan galaumu
Dan aku
Di tengah malam seperti ini
Masih memikirkan tentang nanti pagi
Haruskah aku memasang senyuman
Atau aku berikan ruang
Aku hanya ingin membuatmu bahagia
Namun tak mengerti bagaimana
Ingatlah kasih, ini tentang aku dan kau yang menjadi kita
Ketahuilah kasih, aku ingin menjadi yang terbaik
Untukmu, disegala kondisi dan situasi
Dari aku, yang bersedih tentang diammu kemarin dan hari ini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar